Dengan semakin berkembangnya perkembangan teknologi saat ini khususnya teknologi cloud computing maka kebutuhan server akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kebutuhan server maka akan diperlukan efisiensi dalam hal deploying dan manajemen server.

Biasanya waktu yang diperlukan oleh developer atau engineer dalam melakukan deploying dan manajemen sebuah server khususnya yang berada di virtual machine akan memakan waktu yang sangat lama. Satu server dalam satu virtual machine biasanya perlu waktu 30-60 Menit untuk deploying dan manajemen saat instalasi awal. Dengan waktu yang lumayan ini maka diperlukan sebuah cara yang radikal untuk melakukan deploying dan manajemen server.

Bersyukurlah kita, saat ini sudah ada aplikasi yang dapat membantu engineer ataupun developer dalam melakukan deploying manajemen server salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Vagrant.

Vagrant dan Virtualbox

Vagrant adalah aplikasi yang dikembangkan oleh HashiCorp untuk mengatasi permasalahan dalam hal deploying virtual machines. Cara kerja vagrant sangatlah sederhana dan sangat mudah dipahami. Pertama vagrant akan melakukan import sebuah sistem operasi yang sudah di package yang dinamakan Box kedalam sebuah software virtualisasi. Sebuah Box yang diimport ke software virtualisasi biasanya sudah dikustomisasi dan sudah diinstall sesuai kebutuhan. Sehingga saat melakukan deploying virtual machines, vagrant tinggal melakukan import atau cloning sistem operasi yang sudah bisa berjalan tanpa perlu waktu melakukan konfigurasi dari awal.

Arsitektur Vagrant

Setelah melakukan cloning, maka Vagrant akan melakukan konfigurasi pada setiap virtual machines yang di deploy. Sebuah kumpulan konfigurasi yang dilakukan oleh vagrant perlu kita definisikan dalam sebuah VagrantFile disitu kita dapat mengatur mengenai pengaturan jumlah cpu, memory, storage, jaringan hingga aplikasi apa saja yang perlu di install.

Contoh konfigurasi singkat VagrantFile :

Dalam contoh file konfigurasi VagrantFile tersebut kita melakukan deploying 1 virtual machine dengan nama mypecise.box yang berjalan dalam sistem operasi Ubuntu Server 12.04, dengan konfigurasi jaringan Host Only dengan alamat IP 192.168.0.42, jumlah cpu 1, dan jumlah memory 256MB.

Selain itu kita dapat melakukan konfigurasi lanjutan menggunakan Provisioner, provisioner akan melakukan konfigurasi lanjutan mengenai aplikasi apa saja yang perlu diinstal, bagaimana konfigurasinya dan dimana konfigurasinya. Vagrant mendukung provisioner melalui Shell, Ansible dan Puppet. Settingan yang dilakukan untuk melakukan provisioner selalu diletakkan dalam file VagrantFile.

Dengan fitur Provisioner kita dapat melakukan deploy lebih dari 1000 Nodes VM identik dengan menggunakan 1 konfigurasi VagrantFile yang sama. Dengan Vagrant perubahan yang akan kita lakukan akan lebih mudah dan dapat dilakukan secara otomatis kepada seluruh nodes yang pernah kita deploy dalam hitungan menit hal ini juga merupakan keunggulan dari fitur Provisioner.

Oleh karena itu maka vagrant banyak digunakan untuk melakukan manajemen virtual machine saat ini. Dalam artikel ini kita hanya menjelaskan secara dangkal mengenai vagrant. Untuk artikel lebih lanjut mengenai vagrant akan kita ulas dalam lain waktu dalam series vagrant di website Faathin.com oleh karena itu terus ikuti website ini untuk informasi lebih lanjut mengenai Vagrant.

Sekian

Tinggalkan Balasan